Tulis, Lupakan. Tapi, Jangan Lupa Samasekali!


Dapatkah seseorang begitu lupa pada tulisan yang pernah dikarangnya? Sesaat, mungkin iya, bisa saja.

Demi mendapatkan bahan tulisan, didorong pula oleh rasa penasaran, saya mengetikkan 'pengusaha lulusan' dan nama kampus saya di kolom pencarian Mbah Buyut Google. Tidak banyak yang saya temukan, bahkan boleh dibilang hanya muncul satu nama saja.

Saya mengikuti tautan, masuk ke dalam situs organisasi tingkat nasional, lalu tenggelam membaca riwayat sosok seorang alumnus yang sukses. Saya bahkan mulai copy paste untuk mendapatkan bahan mentah. Siapa tahu tak malas menulis ulang.

Tapi, harus ada artikel pembanding dan pelengkap, dong. Saya lantas masuk ke situs ikatan alumni universitas, sesuai petunjuk Mbah Buyut Google lagi. Tulisan tentang tokoh yang saya ikuti tampak sama dengan yang di situs organisasi sebelumnya. Salah satunya pasti menyalin-tempel dari yang satunya lagi.

Saya lihat tulisan yang terakhir ini sudah lebih lengkap, menyebut beberapa sumber dan dilengkapi lebih banyak foto. Boleh dikatakan profil sang tokoh lebih tergambarkan. Bagian yang saya paling suka tentu karena adminnya tetap menyertakan sumber tulisan tersebut.

Saya klik tautan sumber tersebut. Dan... tralaaaa. Di situlah saya meraskan bahwa menepok jidat sendiri bisa sedemikian nikmat. Ternyata, setelah berputar-putar dari beberapa situs, sumber asalnya... blog saya sendiri. Masya Allah, Gustiii.

Post a Comment

No comments