Siapa Yang Sebaiknya Menjadi Admin Website Sekolah?

Keberadaan website sekolah akan sangat tergantung pada aktivitas administratornya. Tak hanya membuat frame awal website, mendandani layout dan menempatkan konten pada letak yang seharusnya, admin juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan website agar selalu terjaga eksistensinya dan membawa manfaat bagi semua pihak.

Siapa yang sebaiknya ditunjuk menjadi administrator website sekolah? Admin website sekolah sebaiknya ditunjuk berdasarkan situasi dan kondisi sekolah yang bersangkutan. Tidak semua sekolah sudah dalam keadaan siap sepenuhnya untuk mengelola website, meskipun benar sudah memerlukan website secepatnya. Jika dihadapkan pada keadaan ini, pihak sekolah dapat mengalihkan urusan pembuatan dan pemeliharaan website sekolah kepada pihak lain berdasarkan pertimbangan: sumber daya manusia, pembiayaan dan efektivitas.

Pihak sekolah dapat menunjuk salah satu atau kedua pilihan berikut ini:

1. Admin dari pihak internal
Admin yang dimaksud adalah orang dengan kemampuan dan kepahaman dalam pemeliharaan website, berasal dari dalam lingkungan sekolah, baik dari kalangan guru, karyawan atau pegawai bidang TI. Biasanya admin website sekolah memang berasal dari tenaga bidang TI atau yang terkait. Kerja admin dimasukkan ke dalam paket tugas rutinnya, sehingga tidak diperlukan pengangkatan ‘orang baru’, hanya menambahkan tugas saja pada tenaga yang sudah ada.

2. Admin dari pihak eksternal
Admin yang dimaksud adalah pihak di luar lingkup sekolah yang siap menggantikan fungsi administrator website sekolah, dengan perjanjian dan ketentuan yang disepakati bersama. Pihak sekolah dalam hal ini tinggal mengirimkan bahan mentah saja dan pihak admin yang merangkai kata, menyusun isi tersebut sehingga layak dimuat di website sekolah, lalu memostingnya untuk dikonsumsi publik.

Penunjukkan admin di luar sekolah tentu harus dilandaskan pada asas kepercayaan yang tinggi, dan kejelasan fungsi, hak dan kewajiban masing-masing, karena bagaimanapun situs sekolah akan mencerminkan integritas sekolah di depan umum.
Bagaimana kaitan dengan pembiayaan? Jika admin yang dibutuhkan akan sangat intens mengurus website dan segala jalur komunikasi online (semisal via media sosial) dengan para pengunjung atau pihak yang membutuhkan berita secara online, maka admin internal akan sangat efektif keberadaannya, karena dinilai lebih mudah dalam hal koordinasi dengan pihak sekolah.

Jika intensitas kerja admin sekolah tidak akan setinggi seperti yang digambarkan di atas, semisal memosting berita hanya sekali-kali, tidak membuka jalur komunikasi via media sosial dan lain-lain, maka pengangkatan admin khusus internal akan terkesan ‘boros’. Tidak semua sekolah memiliki sumber daya manusia yang sanggup memelihara website sekolah, tetapi jika harus mengangkat tenaga khusus sebagai admin website akan membawa konsekuensi pembiayaan yang belum tentu dapat ditanggung sekolah. Penggunaan admin eksternal lebih efektif dan efisien untuk keadaan tersebut.

Sedikit berbagi, penggunaan tenaga admin website sekolah, baik internal maupun eksternal akan sangat bergantung pada kehendak yang kuat dari pihak sekolah untuk memelihara websitenya. Sekolah yang ingin banyak ‘berbagi’ akan lebih aktif dalam meng-update isi website-nya, terlepas dari siapa yang menjadi admin-nya.

Post a Comment