Siapa Penyebar Foto Hoax Bencana Longsor Cadas Pangeran?

Media berita online dan jagat medsos hari ini diwarnai kabar terjadinya banjir besar di Garut dan longsor di sekitar kawasan Cadas Pangeran, Sumedang. Musibah bencana alam, yang kadang merenggut korban jiwa, luka, atau masih hilang, juga meninggalkan kerusakan wilayah serta sarana prasarana warga.

Secara spontan, setiap kejadian musibah akan menimbulkan rasa duka dan keprihatinan mendalam dari semua orang. Aksi do'a dan penggalangan bantuan material segera bermunculan.

Tapi, untuk kesekian kalinya, seperti pada saat ada musibah lainnya, muncul pula foto-foto yang tak jelas sumber awalnya dan hanya menambah keresahan saja. Semisal, foto longsornya jalan yang konon berada di jalur Cadas Pangeran, yang tampak sangat parah (aspal terbelah, patah, longsor ke bawah) dan membuat orang tertegun saat melihatnya.

Foto tersebut segera menyebar secara viral, terutama via medsos, secara berantai. "Masa sih ini hoax?" Tak semua mudah untuk diingatkan. Ironisnya, seorang sekelas dekan, dari kalangan insan akademisi, pun secara tidak sadar ikut menyebarkan foto hoax tersebut. Menyedihkan.

Lantas, siapa penyebar foto ini? Apa motivasinya? Terlalu naif jika dikatakan bahwa tersebarnya foto tersebut hanyalah ketidaksengajaan semata. Pada titik pertama, pasti ada tangan yang memilihnya. Hanya saja memang tak mudah untuk mencari jawabannya.

Pelajaran terpenting, nampaknya adalah agar setiap netizen lebih selektif dalam menerima, apalagi menyebarkan berita. Tak hanya itu, penyebaran foto-foto korban jiwa dalam keadaan mengenaskan, vulgar terlihat apa adanya, sudah saatnya dihentikan pula. Demi penghormatan atas kemanusiaan dan martabat korban dan keluarganya....

read more...

Ketika Alumni Datang Kembali

Pak Andi, sebut saja begitu namanya, adalah seorang pengusaha sukses di bidang properti. Masih muda, mapan dan berkeluarga bahagia. Suatu hari ia menerima pesan melalui media sosial yang masuk ke smartphone miliknya, dikirim oleh salah seorang teman lama yang satu sekolah dengannya.

Rupanya pesan itu adalah tautan artikel yang dibagikan sang teman, berasal dari situs sekolah mereka. Isi artikelnya berkaitan mengenai hal yang umum saja, ringan tetapi menginspirasi, layak untuk dibagikan. Pak Andi membacanya hingga tuntas dan baru kali itu dia tahu ada situs sekolah tercinta.

Setelah beberapa klik, ia merasakan nostalgia masa lalu ketika melihat bangunan sekolahnya, para guru yang masih dikenalinya dan kemajuan yang dicapai almamaternya. Pak Andi juga jadi tahu ada beberapa program sekolah yang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai keberhasilannya.

Pak Andi tak membuang waktu. Esok harinya ia menghubungi nomor sekolah yang sudah di-save-nya. Ia memperkenalkan diri dan mendapat sambutan yang baik dari pihak sekolah. Singkat cerita setelah beberapa kali komunikasi, Pak Andi memberikan bantuan bagi pembangunan sekolah tercinta.

Kejadian di atas hanyalah ilustrasi belaka, tetapi cukup menggambarkan salah satu manfaat penting situs sekolah. Penggunaan situs internet di era informasi ini merupakan sebuah keniscayaan. Hubungan sekolah dengan pihak luar akan semakin luas daya jangkaunya.

HumaCreativa.com menawarkan pelayanan pembuatan situs sekolah (dan lainnya) dengan harapan yang besar untuk ikut membagikan seluas mungkin kemungkinan mendapat kebaikan dan manfaat dari penggunaan teknologi informasi.
read more...

Siapa Yang Sebaiknya Menjadi Admin Website Sekolah?

Keberadaan website sekolah akan sangat tergantung pada aktivitas administratornya. Tak hanya membuat frame awal website, mendandani layout dan menempatkan konten pada letak yang seharusnya, admin juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan website agar selalu terjaga eksistensinya dan membawa manfaat bagi semua pihak.

Siapa yang sebaiknya ditunjuk menjadi administrator website sekolah? Admin website sekolah sebaiknya ditunjuk berdasarkan situasi dan kondisi sekolah yang bersangkutan. Tidak semua sekolah sudah dalam keadaan siap sepenuhnya untuk mengelola website, meskipun benar sudah memerlukan website secepatnya. Jika dihadapkan pada keadaan ini, pihak sekolah dapat mengalihkan urusan pembuatan dan pemeliharaan website sekolah kepada pihak lain berdasarkan pertimbangan: sumber daya manusia, pembiayaan dan efektivitas.

Pihak sekolah dapat menunjuk salah satu atau kedua pilihan berikut ini:

1. Admin dari pihak internal
Admin yang dimaksud adalah orang dengan kemampuan dan kepahaman dalam pemeliharaan website, berasal dari dalam lingkungan sekolah, baik dari kalangan guru, karyawan atau pegawai bidang TI. Biasanya admin website sekolah memang berasal dari tenaga bidang TI atau yang terkait. Kerja admin dimasukkan ke dalam paket tugas rutinnya, sehingga tidak diperlukan pengangkatan ‘orang baru’, hanya menambahkan tugas saja pada tenaga yang sudah ada.

2. Admin dari pihak eksternal
Admin yang dimaksud adalah pihak di luar lingkup sekolah yang siap menggantikan fungsi administrator website sekolah, dengan perjanjian dan ketentuan yang disepakati bersama. Pihak sekolah dalam hal ini tinggal mengirimkan bahan mentah saja dan pihak admin yang merangkai kata, menyusun isi tersebut sehingga layak dimuat di website sekolah, lalu memostingnya untuk dikonsumsi publik.

Penunjukkan admin di luar sekolah tentu harus dilandaskan pada asas kepercayaan yang tinggi, dan kejelasan fungsi, hak dan kewajiban masing-masing, karena bagaimanapun situs sekolah akan mencerminkan integritas sekolah di depan umum.
Bagaimana kaitan dengan pembiayaan? Jika admin yang dibutuhkan akan sangat intens mengurus website dan segala jalur komunikasi online (semisal via media sosial) dengan para pengunjung atau pihak yang membutuhkan berita secara online, maka admin internal akan sangat efektif keberadaannya, karena dinilai lebih mudah dalam hal koordinasi dengan pihak sekolah.

Jika intensitas kerja admin sekolah tidak akan setinggi seperti yang digambarkan di atas, semisal memosting berita hanya sekali-kali, tidak membuka jalur komunikasi via media sosial dan lain-lain, maka pengangkatan admin khusus internal akan terkesan ‘boros’. Tidak semua sekolah memiliki sumber daya manusia yang sanggup memelihara website sekolah, tetapi jika harus mengangkat tenaga khusus sebagai admin website akan membawa konsekuensi pembiayaan yang belum tentu dapat ditanggung sekolah. Penggunaan admin eksternal lebih efektif dan efisien untuk keadaan tersebut.

Sedikit berbagi, penggunaan tenaga admin website sekolah, baik internal maupun eksternal akan sangat bergantung pada kehendak yang kuat dari pihak sekolah untuk memelihara websitenya. Sekolah yang ingin banyak ‘berbagi’ akan lebih aktif dalam meng-update isi website-nya, terlepas dari siapa yang menjadi admin-nya.
read more...