Belajar Dari Aira, Kasir Junior Kopi Klotok Jogja


1 Januari 2017. Waktu baru menunjukkan pukul sepuluh pagi di kawasan Pakem, Yogyakarta. Cuaca cukup bersahabat, cerah dan tidak terlalu panas. Puncak Merapi, di sebelah utara, bersembunyi di balik awan. Keindahannya tak dapat dinikmati oleh mereka yang sedang bersantai di beranda dan halaman sebuah joglo limasan.

Para pengunjung Kopi Klotok -nama tempat itu- tampaknya tidak terpengaruh, tetap asyik menyantap hidangan dan menyeruput minuhan pesanan masing-masing. Sagelas kopi bercita rasa khas menjadi favorit tamu yang datang. Semua kursi sudah terisi, baik di dalam maupun luar ruangan joglo. Banyak pengunjung Kopi Klotok yang memilih duduk di halaman belakang, pada gelaran-gelaran tikar yang memang tersedia.

Di ruangan dalam, meja kasir dengan mudah dapat ditemukan. Posisinya terletak di pojok ruangan, dekat pintu masuk utama dan pintu ke arah dapur. Di situlah pemandangan unik pagi itu tersaji.

Seorang gadis kecil berkerudung putih tampak sibuk menerima pembayaran para tamu yang sudah hendak beranjak pulang. Sang Kasir Junior tersebut tampak tenang menghadapi antrian tamu yang akan melakukan pembayaran. Antrian pembayar untungnya tak sepanjang di ruang belakang, di mana puluhan orang rela berbaris untuk pisang goreng, jadah dan kuliner lain yang didambakan.

"Namanya Aira," tutur pendamping yang menemani di belakang kasir junior tersebut.

Aira sibuk menghitung pembayaran dengan profesional, mimiknya serius dan tidak menunjukkan kecanggungan. Tangannya sudah sangat cekatan menggunakan mesin hitung yang tersedia dan sesekali menyapa tamu yang berdiri di depannya tanpa ragu.

Kehadiran Aira di Kopi Klotok melengkapi kekhasan suasana bersantai di kedai pinggir sawah yang berada di utara Kota Jogja tersebut. Kopi istimewa ditutup dengan kasir istimewa pula. Meski Aira tidak setiap waktu melayani pengunjung Kopi Klotok, kehadirannya memberi contoh nyata bahwa pendidikan berniaga bagi buah hati tercinta dapat dilakukan sejak mereka masih belia. Cara paling efektifnya adalah dengan melibatkan langsung di tempat usaha sesungguhnya. Tentu, dengan bimbingan dan pendampingan yang bijaksana, sebab bagaimana pun itu baru proses pembelajaran semata.

Salut untuk Kopi Klotok, salut untuk semangat Aira!
read more...

Suatu Pagi untuk Siti dan Hamdan

Siti memegang erat tangan Hamdan. Kesabaran suaminya itu lebih hangat daripada sinar matahari pagi yang menjalari wajahnya. Ya, hangat dan menentramkan. Ia tak mau manukarnya dengan apa pun. Kebahagiaan, adalah ia selalu berada bersama suaminya. Seperti saat ini, berdiri di atas trotoar, menanti kesempatan menyeberang, di antara ramainya lalu-lalang kendaraan.

“Syukurlah, Pak Haji mau meminjamkan uang, ya, Mas.”
“Iya, Jeng.”

Selalu, panggilan ‘Jeng’ memberinya secercah harapan, sekaligus tambahan kekuatan untuk menghadapi kehidupan. Seolah suara-Nya di saat-saat yang menentukan. Hampir putus asa memikirkan biaya kontrakan, hanyalah salah satu episode di antaranya. Sayangnya, terlalu banyak pengulangan tentang uang dan uang.

“Uang? Lagiii?” kekesalan meledak dari mulut Karto. Aroma arak menyeruak lagi. Lelaki kurus itu sudah semalaman menyetir dan muatan truknya harus sampai di tujuan pagi ini. Lelah dan terkantuk-kantuk. Sebelum kehabisan tenaga, ia menenggak beberapa sloki ‘penambah tenaga’. Kesadarannya perlahan-lahan menguap. Mendengar kecerewetan istrinya, hanya melengkapi penderitaannya. Ponsel digenggamnya, sambil meracau tak karuan. Juki, kernetnya, hanya melirik, tak berani berkomentar apa-apa. Diam-diam kuatir juga, saat injakan pedal gas ditambah Karto.

Haji Hasan melihat mereka dari seberang jalan. Ia selalu terkagum-kagum pada Siti dan Hamdan. Mesra dan tabah, dalam kebersahajaan. Amplop uang sudah disiapkannya, terselip di saku baju kokonya. Pasangan itu mulai menjejakkan kaki mereka di aspal, dipandu tongkat putih Hamdan yang setia. Ketika itulah Karto meneriakkan serapahnya, saat suara ban truk yang terlambat direm, menjerit di udara.

#225kata dari @yoezka
read more...

Dibuatkan Website Sekolah Gratis, Mau?

Apakah Anda seorang guru, pengelola atau bahkan kepala sekolah yang sedang membutuhkan sebuah website sekolah gratis? Website dapat menjadi sarana memublikasikan diri dan lebih mendekatkan sekolah dengan masyarakat luas. Dengan adanya sarana tersebut, sekolah yang berada di tempat terpencil sekali pun dapat tampil dan dikenal dunia. Di lain pihak, tren masyarakat dalam mengakses informasi secara online juga sudah semakin populer.

Tetapi, keterbatasan sumber daya pada sekolah kadang menghambat pembuatan website yang diinginkan. Penyediaan jasa pembuatan website sekolah gratis merupakan solusi yang dapat meringankan kesulitan tersebut.

HumaCreativa menawarkan pembuatan website sekolah gratis untuk Anda. Program ini merupakan bentuk kepedulian bagi dunia pendidikan, dan akan disesuaikan dengan kemampuan yang ada serta merujuk pada kesanggupan HumaCreativa dalam memenuhi kebutuhan pihak sekolah. Pembuatan website sekolah gratis yang dimaksud, meliputi pendaftaran (hanya) domain sekolah resmi Indonesia (contoh: www.namasekolah.sch.id), pengaturan layout, pengisian konten awal, konektivitas dengan media sosial jika dibutuhkan, dan pembuatan akses untuk admin internal sekolah (supaya dapat mengupdate sendiri konten kedepannya).

Pembiayaan program website sekolah gratis ini berasal dari dana swadaya HumaCreativa, subsidi silang pembuatan situs dan tidak menutup kemungkinan berasal dari sumbangan pihak lain yang tidak mengikat. Pada prinsipnya, program pembuatan website sekolah gratis ini ditujukan untuk mendukung sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan bantuan tetapi memiliki kesulitan dalam pembiayaan. Jumlah sekolah yang mendapat pelayanan pembuatan website gratis tiap bulannya akan dibatasi sesuai ketersediaan biaya dan tenaga pelaksana.

Persyaratan untuk mendapatkan pelayanan pembuatan website sekolah gratis ini tidak rumit, hanya mengajukan permintaan melalui email ke humacreativa [@] gmail.com atau menghubungi kami melalui SMS/WA ke 081903753040. Kami akan memandu langkah-langkah selanjutnya untuk mendapatkan website sekolah gratis yang Anda harapkan. Kelengkapan administrasi yang dibutuhkan akan dikirim melalui email atau WA, tidak membutuhkan tatap muka, sehingga praktis dan memudahkan semua pihak. Surat-surat yang disiapkan: surat kuasa dan surat permohonan penggunaan nama domain.

Program pembuatan website sekolah gratis menghasilkan situs yang sepenuhnya milik pihak sekolah, dapat dikelola sendiri, dan pihak kami tidak berhak mengunggah, mengisi maupun memanfaatkan situs tersebut tanpa izin pihak sekolah. Dalam hal pemeliharaan, kami siap membantu memberi dukungan pelatihan dan pendampingan.

Pembuatan website sekolah gratis menggunakan platform blogging untuk memudahkan admin internal dalam meng-update isi situs. Program pembiayaan gratis hanya berlangsung satu tahun dan tahun berikutnya pihak sekolah diharapkan sudah memiliki penganggaran sendiri.

Demikianlah, semoga upaya yang sedikit ini dapat ikut membantu pihak-pihak yang sangat membutuhkan. Semoga tidak menghasilkan apa pun, kecuali kebaikan dan keberkahan. Aamiin.
read more...